Kerugian Tidak Memiliki Laporan Keuangan Bagi UMKM

Bisa dikatakan bahwa kebanyakan pelaku UMKM seringkali hanya fokus pada strategi pemasaran saja. Mereka beranggapan bahwa dengan strategi pemasaran yang tepat, maka penjualan produk bisa ditingkatkan. Tidak jarang jika pelaku UMKM tersebut menganggap remeh laporan keuangan.



Ya, para pelaku UMKM umumnya beralasan jika laporan tentang keuangan tersebut tidak terlalu penting. Asal usaha yang mereka jalankan bisa terus berjalan, maka kondisi keuangan tidak perlu dicatat dengan detail.


Kondisi di atas tentu saja salah. Hal ini dikarenakan laporan terkait keuangan bagi UMKM adalah hal yang penting, terutama menyangkut kelangsungan bisnis mereka.


Kenapa Membuat Laporan Keuangan Penting Bagi UMKM?


Perlu diketahui bahwa laporan tentang keuangan tidak hanya perihal detail transaksi, seperti penjualan, pembelian, kas dan lainnya. Lebih dari itu, laporan keuangan merupakan salah satu strategi manajemen dalam UMKM di mana nantinya berpengaruh jangka panjang pada eksistensi UMKM tersebut.


Selain itu, laporan tentang keuangan bisa dijadikan acuan untuk menerapkan strategi pemasaran lainnya. Tentu, dengan pertimbangan berbasis keuntungan tersebut, kesalahan pengambilan strategi bagi pelaku UMKM bisa ditanggulangi dengan lebih baik.


Beberapa Kerugian UMKM yang Tidak Memiliki Laporan Keuangan


Seiring pentingnya laporan tentang keuangan untuk UMKM, ada beberapa kerugian yang nantinya akan didapatkan pelaku UMKM yang tidak memilikinya. Kerugian ini tentu bisa menjadi pertimbangan tambahan kenapa para pelaku UMKM harus menyiapkan laporan ini.


Adapun beberapa kerugian bagi pelaku UMKM yang tidak memiliki laporan ini diantaranya adalah sebagai berikut:


1)      Tidak mengetahui aset yang dimiliki


Dengan tidak memiliki laporan keuangan, maka pelaku UMKM cenderung tidak memiliki pengetahuan tentang aset yang ia kelola. Padahal, informasi tentang aset yang dikelola adalah hal yang sangat krusial bagi UMKM.


Informasi terkait aset nantinya akan menentukan bagaimana unit bisnis akan dijalankan. Tidak hanya itu, aset juga bisa dijadikan pertimbangan untuk mengatur strategi lain untuk perluasan bisnis. Nah, laporan tentang keuangan membantu pelaku UMKM mengetahui aset yang dimiliki untuk pengelolaan yang lebih baik.


2)      Susah mengatur biaya operasional


Bisnis UMKM yang dijalankan tentu membutuhkan biaya operasional. Terkadang, biaya operasional yang besar membuat UMKM susah berkembang. Oleh karenanya, pengaturan biaya operasional menjadi hal yang penting bagi pelaku UMKM.


Nah, kerugian yang terjadi ketika pelaku UMKM tidak memiliki laporan keuangan adalah pengaturan biaya operasional akan cenderung susah dilakukan. Bisa jadi keuangan bisnis akan cenderung tidak sehat dan risiko mengalami kerugian, termasuk planning yang tidak berjalan, menjadi semakin besar.


3)      Proyeksi bisnis yang tidak baik


Untuk mendapatkan keuntungan ke depan yang maksimal, maka UMKM harus memiliki proyeksi bisnis yang baik. Proyeksi inilah yang akan menjadi pegangan bagaimana manajemen bisnis harus dijalankan.


Ketika UMKM tidak memiliki laporan tentang keuangan yang detail dan lengkap, maka pelaku UMKM nantinya akan kesulitan untuk membaca peluang bisnis ke depan. Dengan kata lain, proyeksi UMKM tanpa adanya laporan yang memadai akan cenderung kurang baik dan manajemen perusahaan tidak bisa berjalan dengan lancar.


Buat Laporan Keuangan Mudah Dengan Buku Warung


Untuk Anda yang ingin membuat laporan tentang detail keuangan UMKM, kini sudah ada aplikasi Buku Warung yang bisa digunakan. Aplikasi pembuat laporan keuangan ini akan membantu Anda menuliskan detail keuangan UMKM dengan jelas dan rinci.


Tentu saja, dengan aplikasi ini, Anda tidak perlu ribet dalam membuat laporan keuangan. Dapatkan aplikasi tersebut dan buat laporan profesional untuk UMKM Anda!


Deskripsi: laporan keuangan adalah perihal yang krusial untuk UMKM. Dengan laporan ini, tentu proyeksi bisnis ke depan bisa direncanakan dengan baik.

No comments